Pameran Dan Kontes Bonsai 2025
"Bedaskeun Bonsai 2025": Pameran dan Kontes Bonsai Meriahkan Hari Jadi Kabupaten Bandung ke-384"
Kabupaten Bandung kembali diramaikan dengan semangat seni dan keindahan alam melalui gelaran Pameran dan Kontes Bonsai Lokal Terbuka yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Kabupaten Bandung.
Acara yang mengusung tema "Bedaskeun Bonsai 2025" ini berlangsung dari tanggal 16 hingga 20 April 2025, bertepatan dengan rangkaian perayaan Hari Jadi Kabupaten Bandung ke-384.
Sebanyak 384 bonsai dari berbagai daerah dipamerkan dalam kegiatan ini, menyimbolkan kekayaan seni budaya dan dedikasi tinggi para pecinta bonsai terhadap tanaman yang penuh filosofi ini.
Kontes ini sendiri menjadi yang kedua kalinya digelar di Kabupaten Bandung, dan menunjukkan antusiasme serta eksistensi komunitas bonsai yang semakin berkembang.
Acara ini turut dihadiri oleh berbagai pihak penting, seperti perwakilan Bupati Bandung yang diwakili oleh Kepala Dinas Pertanian Hj. Ningning Hendasah, Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Bandung H. Tarya Witarsa, jajaran Forkopimda, serta para peserta dari berbagai daerah termasuk dari Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Batam.
Dalam sambutan yang disampaikan oleh Hj. Ningning Hendasah, Bupati Bandung Dadang Supriatna menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya pameran ini. “Seni bonsai merupakan warisan budaya yang perlu dijaga dan dilestarikan. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dan menjadi agenda tahunan di Kabupaten Bandung,” ujarnya.
Kepala Bidang Pemasaran dan Ekraf Disbudpar, Vena Andriawan, yang turut hadir di tengah padatnya agenda, menyampaikanbahwa kegiatan "Bedaskeun Bonsai" tahun ini tidak hanya menjadi ajang pameran dan kontes, tetapi juga sebagai sarana apresiasi bagi para pemilik dan pegiat bonsai.“
Memelihara bonsai membutuhkan ketekunan dan kesabaran. Tidak sedikit bonsai yang dipamerkan hari ini telah dirawat selama 20 hingga 30 tahun,” katanya.
Lebih lanjut, Vena menyampaikan harapan besar agar pameran lokal ini ke depannya bisa berkembang menjadi pameran tingkat nasional (Pamnas), yang tentunya akan membuka peluang lebih luas bagi peserta dari seluruh Indonesia.
“Ini bukan hanya tentang seni, tapi juga bisa menjadi bagian dari konsep pariwisata berbasis komunitas. Pameran seperti ini berpotensi menjadi event menarik dalam sektor tourism,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan rencana kolaborasi lintas komunitas, misalnya dengan komunitas pecinta ikan koi atau tanaman hias lainnya. “Kita terbuka untuk berkolaborasi. Ke depan kita ingin pameran ini menjadi ajang besar lintas hobi yang bisa menarik lebih banyak pengunjung dan pelaku seni,” ujarnya penuh semangat
Dengan suksesnya gelaran kedua ini, PPBI Kabupaten Bandung berharap agar Pameran Bonsai "Bedaskeun" bisa terus berlanjut dan masuk dalam kalender rutin tahunan Kabupaten Bandung.
Selain sebagai wadah ekspresi seni, acara ini juga mampu memberikan dampak positif bagi pelestarian budaya, pertumbuhan ekonomi kreatif, dan promosi wisata lokal.
Bedaskeun Bonsai 2025 bukan sekadar pameran tanaman, melainkan perayaan dedikasi, estetika, dan kekuatan komunitas dalam menjaga seni tradisional yang hidup dan terus berkembang.

.jpeg)
.jpeg)
Komentar
Posting Komentar